Takaran Minum Madu Untuk Balita


Takaran Minum Madu Untuk Balita

Takaran Minum Madu Untuk Balita

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari madu, cairan manis yang menjadi cadangan makanan koloni lebah ini harus dikonsumsi secara teratur. Dalam penelitian Widodo tersebut balita sampel diberi madu sebanyak 20 gram setiap hari. Madu tersebut tidak dianjurkan untuk bayi usia 0 – 4 bulan, karena makanan pertama dan yang utama untuk mereka adalah air susu ibunya (ASI). Setelah usia 4 bulan baru boleh diberi madu seiring dengan pemberian makanan tambahan sesuai anjuran.

Menurut Muhilal, 2 – 3 sendok makan madu 2 X sehari sudah cukup memadai untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun untuk penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.

Selain menambahkan madu pada menu makanan balita secara teratur, tentu saja berbagai upaya kesehatan lainnya seperti pengobatan medis, pemberian makanan tambahan, dan imunisasi umum, harus pula dilakukan. Upaya tersebut akan lebih mempercepat upaya pemulihan kesehatan dan perbaikan gizi balita, terutama yang susah makan.

Akibat Dari Efek Samping Madu

Dalam penelitian para ahli mengatakan bahwa madu memiliki efek samping, akan tetapi efek samping dari madu hanya sedikit dan tidak terlalu fatal. Efek samping madu yang terjadi biasanya pada orang yang normal madu dapat menyebabkan gangguan perut dan diare. Hal ini dikarenakan madu memiliki kandungan fluktosa yang sangat tinggi,samakadarnya dengan buah pir dan apel.

Dengan tinginyafluktosa yang terkandung didalamnya, pada sebagian jenis madu seperti madu randu, dapat mengakibatkan adanya gangguan dalam sistem pencernaan dan juga malabsorbsi fruktosa pada seseorang yang memiliki pencernaan yang sensitive. Akan tetapi bagi seseorang yang memiliki keluhan dalam susah buang air besar dengan mengkonsumsi madu justru akan menguntungkan, dikarenakan memiliki efek laksatif yang dapat melancarkan buang air besar.

Indonesia termasuk negara yang banyak terdapat madu hutanNya. Jenis madu randu salah satunya yang memiliki kandungan flukosa yang sangat tinggi dan memiliki rasa yang khas yaitu manis agak kecut. Sedangkan jenis madu kaliandra, madu klengkeng, dan madu rambutan, justru malah sebaliknya yaitu kandungan glukosanya lebih besar dari pada flukosanya.

Di Negara Paman Sam ( Amerika ) ada satu kasus yang menyebabkan bayi terkena penyakit botulisme karena bayi tersebut diberikan madu. Namun pada penelitian di Inggris, tidak menemukan bukti yang kuat bahwa jika bayi diberikan madu akan menderita penyakit botulisme. Namun menurut Riches, pemberian peringatan pada label madu bahwa bayi dibawah 1 tahun tidak boleh mengkonsumsi madu. Akan tetapi label tersebut masih menjadi perdebatan hangat. Bayi yang masih berumur dibawah 1 tahun memanglah belum memerlukan madu karena masih mendapatkan ASI dari sang ibu.

Jadi janganlah memberikan madu pada balita dibawah 1 tahun agar terhindar dari efek samping madu yang berbahaya.Namun disarankan pada balita yang sudah berumur 2 tahun keatas untuk mengkonsumsi madu, karena pada umur tersebut sudah tidak mendapatkan asupanASI dari sang ibu.

Sebaiknya anda lebih berhati-hati dalam memilih madu, karena tidak semua jenis madu aman untuk dikonsumsi.Ada juga madu yang mengandung zat-zat yang bersifat racun.Seperti madu yang berasal dari tumbuhan yang bernama rhododendron panticum, madu ini mengandung andromedotoksin yang bisa meracuni manusia.

Demikianlah beberapa Efek samping madu  dan juga dosis yang dianjurkan dalam mengkonsumsi madu.Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *