Survei Membuktikan, 52% orangtua pilih ponsel ketimbang anak, bikin sedih!


orangtua pilih ponsel ketimbang anak

orangtua pilih ponsel ketimbang anak

Tak bisa dipungkiri, telepon selular menjadi bagian dari kebutuhan hidup manusia kekinian. Adanya ponsel, bisa diibaratkan kita bisa menggenggam dunia. Bayangkan saja, satu fitur dan program yang bisa dijalankan dalam satu gadget saja.
Ironisnya, handphone yang semula bisa mendekatkan yang jauh, justru menjauhkan yang dekat. Banyak orang lebih peduli pada handphone ketimbang orang yang ada di sampingnya.

Bayangkan jika anakmu merasa jauh karena kamu lebih sering memperhatikan ponsel ketimbang dia? Duh, pasti deh nyesek banget perasannya. Sedih, tapi namanya anak kecil tak bisa banyak protes atau mengungkapkan kekesalannya.

Padahal mereka yang pada usia emas butuh interaksi yang nyata dan intens dengan orang tua untuk membantu perkembangan fisik dan mental mereka. Buat kamu para orangtua muda, jangan sampai anakmu berandai-andai “Betapa bahagianya jika aku jadi Hp ayah bunda” seperti ilustrasi yang brilio.net . Bener-bener bikin sedih dan miris soalnya..

Smartphone inilah yang hampir merusak komunikasi dan hubungan antara orangtua dan anak. Bahkan, tak jarang membuat nyawa anak melayang. Seperti kasus di China baru-baru ini, seorang bayi terlindas mobil hanya karena si ibu asyik bermain handphone.

Kisah tragis ini harusnya tak terjadi jika orang tua lebih bijak menggunakan smartphone-nya. Seperti dilansir dari lifehack.org, baru-baru ini survey membuktikan bahwa 52% orang tua mengaku bahwa mereka lebih banyak menghabiskan waktu main hape daripada memerhatikan anaknya. Ini hanya sebagian orang tua saja yang mengakuinya.

Sedangkan 28% lainnya mengaku bahwa sebagai orang tua, mereka tidak menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya karena bermain handphone terlalu lama setiap hari. Sayangnya, mereka semua seakan tak berdaya dan kemungkinan besar tidak akan melakukan apa-apa untuk mengatasi masalah ini. Mereka lebih sayang gadget daripada anaknya sendiri.

Mereka tahu bahwa kebiasaan kecanduan gadget ini sangat merugikan, tapi mereka seakan tak bisa melepaskan handphone-nya begitu saja. Padahal, seperempat dari orang dewasa ini menginginkan anak-anaknya tidak kecanduan main hape seperti mereka. Bagaimana bisa?

Hal ini sangat memprihatinkan, apalagi menurut survey yang dilakukan pada anak-anak, 32% anak merasa diri mereka tidak lebih penting daripada gadget yang dipegang orang tua. Mereka tidak mendapat perhatian yang dibutuhkan dari orangtua. Padahal, pendidikan pertama anak berasal dari orang tua. Dari siapa lagi perhatian yang bisa didapat oleh anak selain dari orang tuanya sendiri?

Sangat disayangkan jika orang tua saat ini ternyata lebih mementingkan menghabiskan waktu dengan gadget daripada anaknya sendiri. Teknologi memang memegang peran penting dalam membantu menjalankan aktivitas, namun jangan sampai teknologi itu sendiri yang mengendalikan kehidupan kamu hingga kamu mengabaikan orang-orang di sekitarmu.Please be smart and wise parents ya Ladies.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *