Sayur dan Buah Melimpah di Indonesia, Mengapa Masih Ada Kurang Gizi?


Mengapa Masih Ada Kurang Gizi

Mengapa Masih Ada Kurang Gizi

Sayur dan buah tumbuh subur di Indonesia, sayur dan buah bukan jadi barang yang mahal apalagi langka. Namun mengapa masih ada kasus kurang gizi atau gizi buruk di negeri kaya ini, yang jumlahnya bahkan tidak sedikit?

Ternyata penyebab dari kekurangan gizi itu adalah masih rendahnya kesadaran untuk mengonsumsi buah dan sayur untuk hidangan sehari-hari. Padahal kedua bahan pangan tersebut sangat mudah dijumpai di berbagai pelosok tanah air, terutama di pedesaan. [BACA JUGA : Kenali Gizi Buruk atau Malnutrisi Pada Bayi Dan Anak]

Data yang diperoleh oleh studi Pemantauan Status Gizi (PSG) 2015, dan telah dipublikasi pada Panduan Hari Gizi Nasional Kementerian Kesehatan 2017 menulis bahwa masyarakat rata-rata per hari hanya mengonsumsi sayur dan buah 57,1 gram per hari atau 33,5 gram per orang per hari.

Jika dihitung per kapita per tahun hanya 34,5 kilogram untuk buah dan 40,35 kilogram untuk sayur. Jumlah tersebut jauh di bawah standar layak berdasarkan Badan Pangan Dunia atau FAO.

“Jumlah ini jauh sekali dibandingkan dengan rekomendasi FAO sebesar 73 kilogram per kapita per tahun dan standar kecukupan untuk sehat sebesar 91,25 kilogram per kapita per tahun,” Fiastuti Witjaksono, Kepala Departemen Gizi RSCM dan spesialis gizi klinik FKUI seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Saran dari WHO, untuk sehat Anda perlu mengonsumsi paling tidak 400 gram buah dan sayur per hari. Itu boleh dibagi menjadi tiga kali makan, sehingga dapat dicerna dengan baik.

Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin makan buah dan sayur agar kebutuhan gizi dan nutrisi terpenuhi, perlu sekali digalakkan. Bagaimana pun, adalah ironis jika negeri yang kaya ini masyarakatnya mengalami kekurangan gizi dan nutrisi.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *