Perlukah Membedong Bayi Baru Lahir ?


cara membedong bayi yang benar

cara membedong bayi yang benar

Lampin atau membedong bayi merupakan cara tradisional membungkus bayi dengan kain. Konon, membendong dapat membuat bayi tidur dengan tenang, karena hangat dan mirip saat masih dalam rahim ibu. Namun, beberapa penelitian menunjukkan, membedong bayi tak selalu berdampak baik bagi bayi.

Peneliti mengatakan, bayi tak seharusnya masih dibungkus kain ketika mereka mulai bisa berguling-guling saat tidur. Posisi tidur menyamping dan tengkurap dalam keadaan dibedong itulah yang bisa meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak.

Biasanya, bayi sudah bisa berguling sendiri saat usia 4-6 bulan. Selain itu, membedong bayi dengan sangat ketat juga bisa menghambat perkembangan motorik kaki dan tangannya.

Membedong bayi boleh saja dilakukan, tetapi harus tahu bagaimana cara yang benar dan sampai kapan bayi sebaiknya dibedong. Orangtua harus tahu bagaimana tidur yang aman untuk mencegah sindrom kematian mendadak pada bayi . Namun, jangan lupa, risiko sindrom kematian mendadak pada bayi juga meningkat jika seorang ibu merokok selama kehamilan.

Untuk itu, penting bagi orang tua mengetahui cara membedong bayi yang benar dan aman, berikut panduannya:

  • Tempatkan kain atau selimut untuk bedong bayi di permukaan yang rata dengan sudut kain berada diatas. Kemudian, lipat ujung bagian atasnya sedikit hingga kain hampir menyerupai bentuk segitiga. Gendong bayi, dan perlahan tempatkan di atas kain bedong, tepat di bagian tengah. Pastikan batas lipatan atas kain bedong bayi di sekitar bahu.
  • Luruskan tangan kiri bawah bayi kemudian rapatkan dengan tubuh. Tarik ujung kain di sisi kiri bayi hingga menutupi lengan kiri hingga dadanya. Selipkan ujung kain tersebut di bagian bawah ketiak kiri lalu ke punggung.
  • Lipat kain bedong bayi bagian bawah ke arah pundak bayi. Jangan melipat terlalu ketat, biarkan ada ruang di sekitar kaki bayi.
  • Sambil memegang lembut bayi agar tidak berpindah posisi, ambil ujung kain bedong sebelah kanan bayi hingga menutupi tubuhnya. Kemudian lipat sisa kain bedong bayi ke bagian punggung bayi.

Untuk menghindari risiko akibat membedong bayi, ada beberapa hal yang penting diketahui:

  • Jika bayi Anda masih menggunakan bedong, posisi menidurkan bayi harus dalam kondisi terlentang. Hindari menidurkannya dalam posisi tengkurap. Hal ini penting untuk menghindari SIDS. Beberapa penelitian menunjukkan, risiko SIDS dan tersedak pada bayi dibedong yang tidur tengkurap
  • Pilih kain atau selimut bedong bayi dari kain yang nyaman, sehingga tidak membuat bayi kepanasan. Cek suhu tubuhnya tiap beberapa jam.
  • Hindari bedong bayi yang membuat wajah bayi tertutup. Disarankan menghindari juga bedong bayi jika tampak membuat bayi sulit bernapas.
  • Sebagian bayi merasa tidak betah ketika bedong bayi membuat tangannya tidak bebas bergerak. Jika demikian, bedong bayi masih bisa dilakukan, hanya saja kain dilipat di bawah ketiak, sehingga tangannya tetap bebas. Sebagian ahli menyarankan, bedong bayi sebaiknya dibuka saat menyusui agar tangan bayi bebas bergerak dan bereksplorasi.
  • Bedong bayi sebaiknya tidak lagi digunakan ketika bayi mulai belajar berguling pada usia sekitar dua bulan.

Membedong Bayi merupakan salah satu cara untuk membantu menenangkan bayi baru lahir, meski demikian, lakukan dengan cara yang benar untuk meminimalisir risiko. Jika perlu, konsultasi dengan dokter spesialis anak mengenai Perlukah Membedong Bayi.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *