Orang Tua Harus Pintar Memilih Minuman Kemasan Untuk Anak


Memilih Minuman Kemasan Untuk Anak

Memilih Minuman Kemasan Untuk Anak

Membeli minuman kemasan di mini market biasanya menjadi pilihan orangtua saat menghadapi cuaca panas. Namun, bagaimana dengan balita? Terkadang orangtua pun memberikan minuman kemasan yang sama. Padahal belum tentu minuman itu baik untuk kesehatan balita Anda.

Berikut minuman kemasan favoritnya beserta penjelasan kandungan dan porsi yang tepat saat menyajikannya untuk anak:

Minuman Kemasan Yang Tidak Disarankan Untuk Anak

  • Minuman Bersoda

Tidak Disarankan Untuk Anak. Kandungan karbohidrat dan gulanya sangat tinggi. Kandungan gula mencapai hingga 12 sendok teh. Kandungan gula yang tinggi dapat memicu obesitas. Minuman ini  juga memudahkan pengeluaran kalsium dari dalam tubuh sehingga mengakibatkan terjadinya pengeroposan tulang dan kerusakan gigi.

  • Teh Instan Kemasan

Tidak Disarankan Untuk Anak. Terdapat zat berbahaya, seperti zat tannin yang mampu menghambat penyerapan zat besi sehingga berisiko memicu terjadinya anemia. Kandungan kafein-nya dapat mengganggu syaraf pada otaknya, sementara tubuh anak membutuhkan waktu 14 jam untuk mengeluarkan kafein. Jika hal tersebut terjadi berulangkali, fungsi ginjal dapat terganggu. Hal ini pun berlaku untuk teh kemasan dengan label rendah gula (less sugar). Mengandung Natrium (salah satu komponen garam) dalam takaran lebih tinggi, sebagai pengganti gula, yang dapat mengakibatkan gangguan ginjal dan hipertensi jika dikonsumsi terus menerus.

Pilih Teh celup atau teh tubruk yang diseduh dengan air hangat. Dan Anda cukup memberikan teh pada anak sebanyak 1 cangkir kecil per hari dengan gula yang tak lebih dari 2 sendok teh.

  • Minuman Isotonik

Tidak Disarankan Untuk Anak. Dalam kondisi normal, tubuh anak-anak hanya membutuhkan natrium di bawah 2,3 gram per hari, sedangkan klorida di bawah 50 mg. Sehinggaanak tidak perlu mengganti cairan tubuhnya dengan minuman isotonik. Minuman isotonik lebih cocok dikonsumsi oleh orang dewasa yang menggeluti olahraga berat.

  • Slurpee 

Tidak Disarankan Untuk Anak. Kandungan gula yang tinggi dapat memicu obesitas dan memudahkan pengeluaran kalsium dari dalam tubuh. Akibatnya terjadi pengeroposan tulang dan kerusakan gigi pada anak. Pilih Membekukan susu atau jus buah segar favorit anak di freezer hingga setengah beku. Sensasinya mirip slurpee!

Minuman Kemasan Yang Boleh Diberikan Pada Anak

  • Jus Buah Kemasan

Boleh Diberikan Pada Anak, asalkan tak lebih dari 150 ml per hari, pilih yang bertuliskan ‘pasteurized’ –artinya jus tersebut disterilkan dengan cara pasteurisasi, sehingga kandungan zat gizi di dalamnya tidak rusak-, langsung minum air putih pascamenikmati untuk menghapus kadar asam yang menempel pada gigi, dan sikat gigi setidaknya 1 jam setelahnya.

Pilih Jus buah yang dibuat sendiri, asli dari buah segar, dan tidak memakai tambahan gula.

  • Jus Buah Berbulir

Pada dasarnya, minuman jus berbulir memiliki kandungan yang sama dengan jus buah dalam kemasan. Satu porsi jus buah berbulir kemasan ukuran 250 ml rata-rata mengandung 115 kalori atau setara dengan tujuh sendok teh gula. Dan bulir-bulir ini tak sepenuhnya asli. Konon bulir-bulir tersebut dibuat dari bahan sintetis yang rasa dan teksturnya sangat mirip dengan bulir jeruk asli. Kandungan asam yang tinggi pada minuman ini berisiko tinggi merusak enamel gigi anak.

Boleh Diberikan Pada Anak, asalkan tak lebih dari 150 ml per hari. Untuk mencegah obesitas pada anak, sebaiknya Anda membuatkannya jus buah segar yang dicampur dengan bulir dari buah jeruk asli.

  • Minuman Probiotik

Boleh Diberikan Pada Anak. Anak di bawah usia dua tahun hanya boleh mengonsumsi 1-2 botol minuman probiotik per hari. Khusus balita yang sedang diare, cukup diberikan ½-1 botol dalam sehari. Sebaliknya, untuk anak yang menderita penyakit gangguan kekebalan tubuh tidak disarankan mengonsumsi minuman probiotik karena bisa menimbulkan infeksi yang serius.

  • Minuman Nata de Coco dan Aloea Vera.

Nata de coco adalah minuman yang diproses dari air kelapa. Pengolahannya hanya membutuhkan bakteri Acetobacter Xylinum yang bisa melakukan fermentasi gula dalam air kelapa untuk diubah menjadi nata de coco. Berhubung berasal dari air kelapa, nata de coco jelas mengandung kadar mineral dan vitamin. Sementara lidah buaya (alloe vera) mengandung vitamin C, B12, E, zat besi, tembaga, dan germanium. Baik nata de coco dan lidah buaya memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh.

Boleh Diberikan Pada Anak. Berikan pada anak maksimal 2 botol dalam kurun waktu satu minggu. Kandungan zat antrakuinon dalam lidah buaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan kram perut, diare, dan dehidrasi.

  • Bubble Drink

Pembuatan bubble pada minuman ini sangat sederhana, yaitu dengan cara mengentalkan tepung tapioka yang diseduh dengan air panas lalu diberi pewarna makanan dan dibulatkan satu per satu.

Boleh Diberikan Pada Anak. Tidak lebih dari 1 porsi ukuran regular atau sedang per hari. Perhatikan varian campuran dari bubble, pilih bubble drink yang mengandung susu atau jus buah asli (bukan berbentuk bubuk atau ekstrak). Hindari memberi bubble drink dengan campuran teh atau kopi. Hindari membeli bubble drink yang tidak memiliki merek dagang atau dijajakan di pinggir jalan.

  • Yoghurt Kemasan

Boleh Diberikan Pada Anak. Untuk balita, berikan yoghurt dengan kandungan gula rendah sebanyak 200 ml per hari. Pilih produk yang mengandung sedikitnya 15-35% kebutuhan kalsium per harinya. Jauhi produk yang mengandungan hydrogenated oils, pemanis buatan atau yang mencantumkan gula di urutan pertama atau kedua dalam daftar label bahan-bahan yang tertera pada kemasan. Banyak produk yoghurt yang mengklaim mengandung buah asli. Tapi, tidak sedikit yang ternyata memakai buah sintetik, atau hanya mengandung ekstrak atau perisa buah. Lebih sehat jika membeli yoghurt tawar lalu tambahkan sedikit madu atau potongan buah segar.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *